Looking for Something?

Styrofoam Aman untuk Takeaway Makanan? Hmmm……

Author:

Minggu lalu kami sempat datang ke blogger gathering Cooking in Style with Chef Vera Christiani dengan tema “How to make good quality takeaway food” di Kapulaga resto.

Seruu, belajar masak ayam bumbu kuning dan soto ayam dari Chef Vera. Baru tau ternyata kalo masak ayam bumbu kuning hasil resapan bumbunya bisa dibikin soto 😀 Chef Vera juga mengajarkan cara bikin sushi dengan bahan-bahan yang gampang dicari di sekitar kita.

Btw, ada bahasan seru disini yang membuka paradigma baru tentang pemakaian styrofoam karena ternyata styrofoam nggak berbahaya untuk membungkus makanan.

Nah lohh bingung kan?

SAMA.

Selama ini yang kami tau juga pemakaian styrofoam untuk bungkus makanan berbahaya bahkan sempat dilarang oleh Kang Emil, mantan walikota Bandung.

Dijelaskan oleh Bapak Ir. Akhmad Zainal Abidin, M. Sc., Ph.D (Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB) dan Dr. Dianika Lestari ST. (Dosen program Teknik Pangan ITB), ternyata selama ini styrofoam dianggap berbahaya karena banyak orang beranggapan bahwa styrofoam terbuat dari stiren. Pada kenyataannya, styrofoam terbuat dari polistiren -bahan turunan stiren- yang dianggap aman untuk penyajian makanan. Simpelnya gini, stiren berbahaya bagi tubuh jika kandungannya lebih dari 5000 ppm sedangkan styrofoam hanya mengandung 0,05 ppm.

Bahkan di beberapa negara maju seperti Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Eropa telah menyetujui penggunaan polistiren sebagai bahan yang aman untuk digunakan pada wadah yang bersentuhan langsung dengan makanan.

Polistiren sering dipakai untuk kemasan makanan karena ternyata di dalam polistiren makanan panas akan tetap panas, makanan dingin akan tetap dingin, dan makanan segar akan tetap segar. Mungkin kamu juga sering liat di supermarket bungkus daging/buah pake styrofoam? 😀

Dan yang baru kami ketahui juga, ternyata bahan polistiren lebih mudah didaur ulang karena bisa digunakan untuk menjadi peralatan rumah tangga, mainan anak, barang elektronik, dll. Bahkan Ir. Akhmad Zainal sedang membangun komunitas Masaro (Masyarakat Sampah Zero) untuk mendaur ulang sampah sampah yang bisa didaur ulang seperti polistiren. Nantinya polistiren bisa diubah menjadi batu, beton ringan bahkan BBM.

Oyah, disini kami bukan lagi campaign untuk pakai styrofoam dan menumpuk sampah yaa.. Alangkah baiknya kalo bisa mulai mengurangi penggunaan sampah dengan membawa container sendiri. Yang pengen kami bahas disini soal paradigma mengenai styrofoam yang selama ini simpang siur.

Kalo soal ‘sampah’, menurut kami sebenernya mau pake styrofoam, box kertas, container plastik, semuanya ‘sampah’ yang tidak bisa terurai dengan sendirinya bukan? 🙂 So… yuk buang sampah pada tempatnya dan kurangi penggunaan bahan yang sulit didaur ulang.

Semoga artikel ini membantu yaa! 😉

Facebook Comments

Blog Stats

  • 1,540,549 hits

About Us

Victor & Ranie, food blogger based on Bandung. We love food, Photography and Videography. Kindly open About Us page for more information :)

Recent Posts

Styrofoam Aman untuk Takeaway Makanan? Hmmm……

Minggu lalu kami sempat datang ke blogger gathering Cooking in Style with Chef Vera Christiani deng...

Like us on Facebook